Kisah Si anak Singkong Membangun Kerajaan (CT)
Kali ini Saya akan coba nge-post Sebuah Biografi salah satu orang indonesia
terkaya dunia. Chairul Tanjung yah, dia merupakan seorang tokoh yang
sudah saya kenal sejak SMA lalu. Namanya mencuat saat saya mendapati buku
biografinya yang berjudul "chairul tanjung si Anak Singkong"
saya pun tertarik lalu membacanya. Buku tersebut telah sukses membuat saya
ketagihan membaca dan menammatkan buku itu malam harinya. Jujur buku itu
adalah buku motivasi yang terbaik versi saya saat itu, karena dibuku tersebut
kita mendapatkan motivasi dan pelajaran seorang tokoh chairul tanjung berjuang
dari masa kecilnya, kuliah hingga ia bisa seperti sekarang.
Diatas pencapaiannya sekarang pemilik CT Group ini tidak lupa berpesan bahwa kebangkrutan dan kegagalan, justru bisa menjadi bahan pembelajaran guna meraih sukses yang luar biasa di kemudian hari. Baiklah daripada lama-lama bercerita langsung saja kita simak Biografinya :
Dalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi ini merupakan upaya perusahaan nasional agar bisa berdiri sendiri dan jadi tuan rumah di negeri sendiri
Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Dimana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring dalam menjalankan bisnis.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.
Perjalanan Hidup
Para group memiliki Bandung Super Mall dalam bidang properti menghabiskan dana hingga 99 milyar. Dalam bidang investasi, Para Group, melalui perusahaannya, Trans Corp, membeli 40% saham Carrefour, MoU pembelian saham ini ditandatangani di Perancis, pada tanggal 12 Maret 2010.
Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Group menjadi CT Corp Pada 1 Desember 2011.
CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan financial, media, hiburan, gaya hidup dan sumber daya alam.
Diatas pencapaiannya sekarang pemilik CT Group ini tidak lupa berpesan bahwa kebangkrutan dan kegagalan, justru bisa menjadi bahan pembelajaran guna meraih sukses yang luar biasa di kemudian hari. Baiklah daripada lama-lama bercerita langsung saja kita simak Biografinya :
- Nama : Chairul Tanjung
- Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 16 Juni 1962
- Orang Tua
- Bapak : Abdul Ghafar Tanjung
- Ibu : Halimah
Latar belakang Pendidikan
·
SD Van Lith, Jakarta (1975)
·
SMP
Van Lith, Jakarta (1978)
·
SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta
(1981)
·
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas
Indonesia (1987)
Pemikiran
Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan
adalah penting. Selain itu memiliki rekanan yang baik sangat diperlukan.
Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi
juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik
akan membantu proses berkembangnya bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada
kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi
Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah pentingDalam hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi ini merupakan upaya perusahaan nasional agar bisa berdiri sendiri dan jadi tuan rumah di negeri sendiri
Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Dimana membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya berjejaring dalam menjalankan bisnis.
Dalam bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika, karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima secara langsung.
Perjalanan Hidup
Chairul Tanjung kuliah di Fakultas
Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Selama kuliah, CT dikenal sebagai
mahasiswa teladan. Hal ini terbukti dengan diperolehnya penghargaan sebagai
mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.
Tingginya biaya kuliah, membuat jiwa bisnis Chairul Tanjung muncul saat itu. Untuk membiayai kuliahnya, beliau pernah membuka usaha foto kopi di kampusnya. Dia juga pernah berjualan kaos dan buku kuliah stensilan.
Setelah lulus kuliah Chairul Tanjung mencoba membuka usaha, yaitu toko perlatan medis dan laboratorium. Tapi sayang, bisnisnya ini mengalami kebangkrutan. Selain itu, beliau juga membuka usaha di bidang kontrkator dan telah mengerjakan berbagai proyek industri terutama barang yang berbahan dasar rotan. Kemudian beliau membangun sebuah perusahaan, yaitu perusahaan PT. Pariarti Shindutama bersama beberapa orang temannya pada tahun 1987 dengan modal awal Rp.150 juta yang beliau peroleh dari Bank Exim.
Tingginya biaya kuliah, membuat jiwa bisnis Chairul Tanjung muncul saat itu. Untuk membiayai kuliahnya, beliau pernah membuka usaha foto kopi di kampusnya. Dia juga pernah berjualan kaos dan buku kuliah stensilan.
Setelah lulus kuliah Chairul Tanjung mencoba membuka usaha, yaitu toko perlatan medis dan laboratorium. Tapi sayang, bisnisnya ini mengalami kebangkrutan. Selain itu, beliau juga membuka usaha di bidang kontrkator dan telah mengerjakan berbagai proyek industri terutama barang yang berbahan dasar rotan. Kemudian beliau membangun sebuah perusahaan, yaitu perusahaan PT. Pariarti Shindutama bersama beberapa orang temannya pada tahun 1987 dengan modal awal Rp.150 juta yang beliau peroleh dari Bank Exim.
Awalnya, bisnis ini
terbilang lancar. Bahkan mampu menangani beberapa jenis ekspor, termasuk
sepatu. Saat itu, bisnis mereka mengalami kemajuan. Tapi beliau memiliki jalan
pikiran yang berbeda dengan rekan bisnisnya. Sehingga diapun keluar dan
mendirikan usahanya sendiri. Dalam memulai usahanya kembali dia membidik tiga
bisnis inti, yaitu keuangan, properti, dan multi media. Lalu berdirilah Para Group, perusahaan inilah yag
membawahi beberapa sub holding, yakni Para Inti Propertindo (properti), Para
Global Investindo (bisnis keuangan), dan bidang media dan investasi.
Para group memiliki Bandung Super Mall dalam bidang properti menghabiskan dana hingga 99 milyar. Dalam bidang investasi, Para Group, melalui perusahaannya, Trans Corp, membeli 40% saham Carrefour, MoU pembelian saham ini ditandatangani di Perancis, pada tanggal 12 Maret 2010.
Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Group menjadi CT Corp Pada 1 Desember 2011.
CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan financial, media, hiburan, gaya hidup dan sumber daya alam.
Prestasi
- Urutan 937 dari 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes
- Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional (1984-1985) - Penghargaan sebagai anggota civitas akademika yang berjasa kepada fakultas dan universitas
- Eksekutif Muda Berprestasi 1992-1993 dari Studio Seven Production, Jakarta (23 Mei 1993)
- Soegeng Sarjadi Award
·
Pada tahun 2010-2011 Majalah Forbes
memasukkan Chairul Tanjung sebagai salah satu orang terkaya di dunia di posisi
5 besar.
Nasihat
ala CT
·
Jangan malu untuk melakukan usaha
dengan modal kecil walaupun untungnya kecil. Karena sayapun mendapatkan
keuntungan pertama saya hanya sebesar Rp.150
·
bersabarlah dalam menapaki tangga
bisnis satu per satu. Karena membangun bisnis itu tidak seperti membalikkan
telapak tangan (Mudah). Jangan sampai
terpancing untuk menggunakan jalan pintas (instant).
·
Dalam usaha kesabaran adalah kata
kuncinya. Memang sangat manusiawi jika kita dalam berusaha ingin segera
mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima langsung.
Demikian dulu biografi seorang CT
Jika anda masih penasaran tentang kisah sukses Chairul Tanjung "Si
Anak Singkong" ini, anda bisa membacanya di buku beliau yang berjudul "Si
Anak Singkong dengan tebal 360 halaman. Buku ini ditulis oleh wartawan kompas,
Tjahja Gunawan Adiredja.
Terimakasih dan semoga Bermanfaat..,
Terimakasih dan semoga Bermanfaat..,
Sumber
referensi :
·
http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.com/2013/10/biografi-chairul-tanjung-anak-singkong.html
Kisah Si anak Singkong Membangun Kerajaan (CT)
Reviewed by Dani
on
01.49
Rating:
Reviewed by Dani
on
01.49
Rating:


Tidak ada komentar: